POLITIK DAN PEMERINTAHAN AMERIKA SERIKAT
1.
Apa
yang dapat anda pelajari dari sistem pemerintahan di Amerika Serikat?
Jawab :
Beberapa hal dapat
ditelaah dan diambil pembelajaran dari sistem pemerintahan Amerika Serikat yang
sangat rumit namun efisien dalam pelaksanaannya. Sistem kekuasaan yang dianut
Amerika sendiri adalah presidensial dimana dalam sistem ini sendiri presiden
berperan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Amerika serikat
seringkali dikategorikan sebagai negara republic federal dengan memiliki 50
negara bagian. Secara garis besar sistem politik Amerika Serikat memiliki
kesamaan dengan negara demokrasi pada umumnya yaitu terdapat lembaga eksekutif,
legislatif, dan yudikatif. Ketiga kekuasaan ini memiliki struktur dan fungsi
yang berbeda-beda sama halnya dengan yang terdapat dalam sistem demokrasi
negara lain pada umumnya.
Kekuasaan eksekutif
Amerika Serikat sendiri dipegang dan dijalankan oleh presiden yang dibantu
wakil presiden dan menteri-menteri. Kekuasaan legislatif dipegang oleh kongres
yang terdiri dari Senat dan House of Representative. Senat sendiri merupakan
lembaga perwakilan negara bagian dan HR sendiri merupakan lembaga perwakilan
rakyat atau semacam DPR. Lalu untuk kekuasaan yudikatif sendiri dipegang dan
dijalankan Supreme Court atau
mahkamah agung dan lembaga-lembaga peradilan lainnya.
Perpolitikan Amerika
Serikat sendiri dikategorikan stabil dimana Amerika Serikat menganut sistem
kepartaian dwipartai atau dua partai yang dominan yaitu partai republic dan
democrat. Untuk sistem pemilu sendiri Amerika Serikat merupakan negara yang
memiliki sistem pemilu yang rumit. Misalnya saja dalam pelaksanaan pemilihan
presiden, dimana dalam prosesnya AS masih menggunakan sistem dewan pemilih atau
Electoral College artinya setiap
orang yang dipilih dewan pimpinan partai di tingkat negara bagian yang menjadi
perwakilan daerahnya untuk memberikan hak suara memilih presiden dengan
menggunakan mekanisme perhitungan suara Winner
Takes All yang memberikan kekuasaan besar bagi partai yang menang.
Sistem
pemerintahan Amerika Serikat sebenarnya memiliki kesamaan dengan sistem
pemerintahan negara lain, hanya saja Amerika Serikat yang terdiri dari
negara-negara bagian memiliki mekanisme yang lebih detail, rumit, namun
efisien. Namun kerumitan yang demikian tidak membuat perpolitikan di negara
tersebut kacau bahkan justru dengan keberadaan hanya dua partai yang dominan di
negara tersebut membuat politik di negara tersebut lebih stabil ketimbang
negara-negara yang menganut banyak partai.
2.
Jelaskan
kelemahan dan kelebihan Sistem Pemilu di AS yang sering dikategorikan “sangat
rumit”?
Jawaban:
Amerika
Serikat menganut sistem pemilu Electoral
College dalam pemilihan dewan pemerintahan. Dimana sistem ini sendiri yaitu
sistem yang setiap
orang yang dipilih dewan pimpinan partai di tingkat negara bagian yang menjadi
perwakilan daerahnya untuk memberikan hak suara memilih presiden. Sistem ini
sendiri tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.
EC dalam pelaksanaannya
memiliki kelebihan-kelebihan diantaranya:
1)
Memberikan negara bagian dengan populasi
yang kecil kesempatan yang sama pada pemilu presiden.
2)
Memberikan fokus kepada para kandidat yang
mengikuti pemilu presiden untuk kemudian dapat mengorganisasikan kampanyenya
sehingga memberi gambaran pemetaan politik yang harus dilakukan.
3)
Menghindari Recount atau penghitungan
ulang
4)
Mencegah negara bagian dengan populasi besar untuk memonopoli
proses monopoli, sehingga sistem ini dapat mencegah hal tersebut untuk terjadi
sebagaimana setiap negara bagian memiliki proporsi yang sesuai.
Adapun untuk kekurangan EC sendiri dalam
pelaksanaannya yaitu diantaranya:
1)
Suara
individual menjadi tidak berarti. Sistem ini
membuat suara individual menjadi tidak relevan, hal ini dikarenakan apabila
suatu negara bagian memberikan suara tertentu, para elector dapat memberi suara
lain.
2)
Proporsi yang tidak seimbang. Beberapa
suara pada negara bagian tertentu memiliki jumlah electoral votes yang lebih
banyak dibandingkan negara bagain lainnya, hal ini menyebabkan para kandidat
untuk hanya berfokus pada area-area tersebut.
3)
Rumit. Sistem ini dapat dikatakan sebagai sistem yang
cukup rumit, dan banyak yang masih belum memahami secara lebih detail mengenai
sistem tersebut, penduduk pada umumnya hanya memahami bahwa yang memiliki
jumlah suara paling banyak akan memenangi pemilu, melainkan hal tersebut
bersifat belum pasti dan masih dapat ditentukan oleh para elector.
3.
Mengapa
menjadi anggota Senat dianggap lebih bergengsi daripada House of Representative?
Jawaban:
Amerika
Serikat memiliki 3 lembaga dengan
pemisahan fungsinya masing-masing. Amerika Serikat memiliki lembaga eksekutif
yang dikenal dengan Kongres. Dimana kongres ini sendiri merupakan gabungan
antara anggota DPR/House of Representative dan Senat. Dewan Perwakilan Rakyat,
yang terdiri dari 435 anggota dari distrik-distrik dalam sebuah negara bagian,
mewakili para calon terpilih untuk masa jabatan 2 tahun di bagian legislatif
Kongres AS. Sementara Senat terdiri dari 100 anggota, berjumlah dua untuk
setiap negara bagian AS, memilih senator untuk masa jabatan 6 tahun untuk
membuat undang-undang federal AS. Ketika dua faksi ini digabungkan maka
terbentuklah sebuah kongres dengan total keanggotaan sebanyak 535 orang.
Senat sendiri memiliki kedudukan tertingggi
di dalam kongres memiliki beberapa kekuasaan nasihat
dan persetujuan yang
unik dan eksklusif yang tidak diberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Ini
meliputi persetujuan perjanjian internasional, dan konfirmasi pengangkatan para menteri Kabinet, Ketua Mahkamah Agung, para hakim agung, para hakim federal, para perwira tinggi berbendera, para
pejabat pengatur, para duta besar, para pejabat eksekutif federal lainnya, dan para
pejabat federal berseragam lainnya.Selain itu, dalam kasus dimana tidak ada
kandidat yang menerima mayoritas pemilih untuk Wakil Presiden, tugas dibebankan kepada Senat untuk memilih
salah satu dari dua penerima pemilih teratas untuk menjabat posisi itu.
Selanjutnya, Senat bertanggung jawab untuk melakukan persidangan terhadap
mereka yang dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Pejabat ketua Senat
adalah Wakil Presiden Amerika Serikat, yang merupakan Presiden Senat. Ketika
jabatan Wakil Presiden lowong, Presiden Pro Tempore, yang biasanya anggota senior dari partai
penguasa mayoritas kursi, akan memimpin Senat.
Senat secara luas dipandang sebagai badan
yang lebih bergengsi daripada Dewan Perwakilan Rakyat, disebabkan oleh masa
bakti yang lebih panjang, jumlah anggota yang lebih sedikit, dan daerah
pemilihan yang meliputi seluruh negara bagian. Pejabat ketua Senat adalah Wakil Presiden Amerika Serikat, yang merupakan Presiden Senat. Selain itu
para Senator juga cenderung lebih dikenal oleh masyarakat negara bagian karena
kedudukannya yang dekat dan memperhatikan masyarakat negara bagian dibandingkan
dengan presiden Amerika Serikat. Bahkan terkadang ada masyarakat yang masih
tidak tau yang menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.
4.
Tentang
bagaimana opini publik berjalan di Amerika Serikat bisakah hal yang serupa
berlaku di Indonesia? Jelaskan pendapat anda?
Jawaban:
Opini Publik menjadi hal
yang sangat menentukan bagi Presiden Amerika Serikat (AS) untuk dapat
menggolkan usulan kebijakannya di Kongres AS. Hal ini karena usulan kebijakan
yang diusung oleh Presiden AS agar dapat terealisasi haruslah mendapat
persetujuan dari Kongres AS yang terdiri dari 535 anggota tersebut. Patrick O'Heffernan
dalam Mass Media and American Foreign Policy: Insider Perspective on
Global Journalism and the Foreign Policy Process (Norwood, NJ.: Ablex Publishing
Coprs., 1991) menyebutkan bahwa sebagai penyedia informasi yang
relatif cepat dan akurat , media bisa menjadi sumber pertimbangan
utama seorang aktor dalam mengarnbil kebijakan luar negeri,
terutama di AS (Graber, 2000: 292 -303).
Di Amerika Serikat sendiri Opini Publik sangat berperan dalam
perpolitikan terutama. Di AS sendiri, media memang memiliki potensi besar memengaruhi
opini publik yang akhirnya menjadi input bagi presiden untuk
merumuskan kebijakan luar negeri. Ini tidak lepas dari masyarakat AS sendiri
yang menjadikan media, terutama televisi dan surat kabar, sebagai gaya hidup dan
kebutuhan. Ahli politik media Doris Graber menyatakan bahwa media merupakan
sumber utama penduduk AS tentang semua hal yang terjadi di luar lingkungannya.
Sebagai contoh bagaimana opini publik dan media sangat berperan
dalam perpolitikan di AS adalah peristiwa pemilu yang terjadi pada tahun 2016.
Dimana media berperan besar dalam pembangunan opini publik terhadap pemilu yang
diadakan. Perilaku media masa saat kampanye pemilu Amerika
2016 sendiri secara umum dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu: (1) kelompok
media netral dan (2) kelompok media partisan. Kelompok media netral hanya
bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat perihal: kepribadian,
tingkat profesionalisme, karakteristik, dan gaya kepemimpinan seseorang.
Sedangkan, kelompok media partisan bertujuan untuk membantu pihak kandidat
tertentu yang didukung. perilaku media yang partisan dalam pemilu juga dimaknai
sebagai bentuk partisipasi politik. Media sebagai bagian penting dari
masyarakat Amerika dipandang punya kewajiban moral untuk hadir dan melakukan
partipasi politik pada proses politik yang sedang berlangsung dalam hal ini
saat terjadi pemilu. Media berperan dalam proses menentukan masa depan negara
atau perjalanan bangsa Amerika.
Masyarakat
Amerika yang didasarkan pada ideologi Liberal berpengaruh kepada perilaku media
yang juga memiliki ciri Liberal atau mengedepankan nilai-nilai kebebasan. Dalam
konteks kebebasan berpendapat ini pula media Amerika punya kebebasan untuk
menentukan sikap atau partisan dalam pemilu AS, termasuk di dalamnya Pemilu
Presden 2016.
Pada
intinya, masyarakat di AS memiliki kebebasan yang luas dalam menyampaikan
opininya. Baik melalui media maupun secara langsung. Di Amerika Serikat
masyarakat dibebaskan untuk melakukan demonstrasi dalam mengkritik
kebijakan-kebijakan yang ditetapkan. Bahkan kebebasan itu sendiri termasuk
kepada protes atau kritik terhadapa presiden sekalipun.
Berbeda
dengan Amerika Serikat, Opini Publik di Indonesia belum secara penuh bebas
disampaikan. Bahkan semakin hari semakin terkekung oleh aturan kaku yang tidak
sedikitpun mencerminkan kebebasan. Melakukan kritik harus menggunakan bahasa
yang benar. Masyarakat yang melakukan kritik buruk terhadap pemerintah ataupun
presiden dapat dikenakan hukuman pidana. Peran media yang tidak jelas
kedudukannya. Bahkan terkadang cenderung memprovokasi dan banyak informasi yang
mengada-ada disampaikan kepada masyarakat. Kondisi yang tertata dan terkesan
amburadul inilah yang menyebabkan opini public di Indonesia seringkali
berbenturan satu sama lain. Hingga akhirnya politik tidak berjalan dengan baik.
Sistem
yang ada di AS sebenarnya bisa saja untuk diterapkan di Indonesia. Namun
diperlukan sebuah tatanan media yang terstruktur, kedudukan yang jelas, dan
peranan yang jelas bagi berjalannya opini public bukan media yang terus menerus
menjadi pengadu domba antara pemerintah dan masyarakat. Kebebasan seperti yang
ada di AS mampu untuk diberikan, hanya ketika ada keyakinan dan kepercayaan
yang terjalin antar semua pihak terlibat antara Pemerintah sebagai pembuat atau
penetap kebijakan dengan Masyarakat sebagai pemberi pendapat kebijakan yang
menjadi kebutuhan. Tanpa adanya kepercayaan antar kedua hal ini, maka kebebasan
hanyalah akan menimbulkan keanarkian dimana kebebasan ini akan memunculkan
konflik berkepanjangan.
Komentar
Posting Komentar